0 Babarik,Tradisi sunda yang mulai terlupakan


  Ada banyak versi dan sebutan untuk tradisi ini,di priangan timur dan beberapa daerah lain di Jawa Barat ada yang menyebut dengan Babarit ,tradisi hajat bumi bagi para petani sebagai  luapan rasa syukur atas rejeki atau hasil panen yang berlimpah.

Babarik,selamatan lembur  atau tolak bala versi  daerah saya di Cilengkrang 2 kota Bandung,adalah suatu tradisi yang sejak dulu selalu dilaksanakan para penduduk asli.tradisi babarik ini setiap tahun selalu digelar para sesepuh sebagai  ungkapan rasa syukur serta permohonan doa agar kampung kami selalu dilimpahkan keberkahan dan dijauhkan dari bencana.

Para penduduk berkumpul,mereka membawa nasi tumpeng,bakar ikan,ayam dan aneka makanan lain.mereka saling berbaur,berbagi,berdo’a bersama,saling menyapa….sungguh sangat terasa suasana kebersamaannya.

Tapi sekarang…..
Jaman sudah berubah,Para sesepuh sudah banyak yang berpulang,penduduk asli sudah tinggal beberapa keluarga ,generasi muda yang sudah tidak peduli akan kelestarian tradisi lokal mereka tergerus oleh tradisi dan adat modern dari luar,para pendatang  yang semakin mendominasi serta ketidakpedulian mereka akan tradisi setempat.

Selain hal diatas ada anggapan  tradisi babarik sebagai hal yang musyrik bertentangan dengan tuntunan agama,(mungkin karena keyakinan mereka atau ketidaktahuan dari inti tradisi babarik) atau apapun alasan mereka sehingga  sudah hampir bisa dipastikan tradisi babarik di daerah kami akan segera hilang...
Sungguh sangat disayangkan bila itu benar-benar terjadi.

Banyak hal positif yang bisa kita ambil dari tradisi ini,rasa kebersamaan,persatuan,saling menghargai,saling berbagi,mensyukuri nikmat yg diberikan Tuhan,pelestarian tradisi dan jati diri kita sebagai orang sunda khususnya.serta banyak lagi manfaat yang telah kami rasakan.
Babarik yang diselenggarakan  baru baru ini sudah tidak seperti dulu,acara hanya diikuti oleh beberapa warga dengan sangat sederhana.

Namun itu tidak mengurangi rasa kebersamaan kami,selama kami masih berpijak dibumi sunda ini, akan selalu kami lestarikan ,semoga generasi muda kami ada yang peduli dengan tradisi yang  kami wariskan kelak.

Ada pertanyaan yang mengganjal dihati ketika saya menulis artikel ini,

Apakah tradisi sunda akan tergantian oleh adat istiadat dari luar?..
Tidak ada lagi rasa kebersamaan,kepedulian kepada sesama dan alam?
Masih pedulikah anda akan kelestarian adat dan budaya kita sendiri?

Waktu akan menjawabnya.






                                                            ======cbr_220913========






Mohon izin bila ada artikel yg den_copas dari blog sobat...semata-mata untuk saling berbagi informasi saja...link Sumber tetap disertakan...thx